MSL974004A Melakukan Pengujian Pangan

 

 

Sejarah perubahan

 

 

Tidak berlaku

 

 

 

Deskripsi unit

 

 

Deskripsi unit            Kompetensi  dari  unit  ini  mencakup  kemampuan  untuk menginterpretasi persyaratan    uji    pangan,    penyiapan contoh,     melakukan    perlakuan    awal    dan    pengecekan kalibrasi pada peralatan dan melakukan pengujian rutin dari bahan baku pangan, bahan dalam proses dan  produk akhir. Pengujian pangan akan meliputi beberapa tahapan pengukuran.    Unit   ini   termasuk   pengolahan   data   dan beberapa interpretasi dari hasil dan penelusuran   dari kegagalan uji dimana prosedur distandarkan.   Namun, personil tidak dibutuhkan untuk analisis data, optimasi uji/prosedur untuk contoh spesifik atau menemukan dan mengatasi permasalahan peralatan dimana solusi tidak tampak.

 

 

 

 

 

 

 

Penerapan Unit

 

Penerapan unit          Unit kompetensi ini dapat digunakan untuk asisten teknisi atau laboratorium dan operator instrumen yang bekerja dalam            sektor     industri     pemrosesan     makanan     dan minuman.

Perwakilan industri telah menyediakan studi kasus untuk menggambarkan aplikasi praktis dari unit kompetensi ini dan  menunjukkan  keterkaitannya  dalam  pengaturan tempat  kerja.   Studi  kasus  dapat  dilihat  di  bagian  akhir unit kompetensi pada  bagian ‘praktek  kompetensi’.

 

 

 

 

Informasi lisensi/peraturan

 

Tidak berlaku

 

Pra-syarat

 

 

Unit pra-syarat

 

 

 

 

 

 

Informasi kelayakan kerja

 

 

Kelayakan kerja                Unit ini berisi kelayakan kerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uraian awal elemen dan kriteria unjuk kerja

 

 

Elemen yang menjelaskan manfaat dari unit kompetensi

Kriteria unjuk kerja menjelasakan kinerja yang dibutuhkan untuk menunjukkan capaian elemen. Apabila digunakan tulisan cetak tebal dengan huruf miring, maka informasi lebih lanjut diuraikan dalam bagian  keterampilan  dan  pengetahuan  yang diperlukan serta dalam batasan variabel. Penilaian kinerja harus konsisten dengan panduan penilaian.

 

Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja

 

 

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1.  Melakukan interpretasi dan  jadwal persyaratan uji 1.1       Permintaan   pengujian   dikaji   ulang   untuk mengidentifikasi                                                contoh   yang   akan   diuji, metode uji dan peralatan/instrumen yang terkait.

1.2       Bahaya dan kontrol perusahaan yang terkait dengan contoh, metode persiapan/pengujian, pereaksi dan/atau peralatan diidentifikasi.

1.3       Jika    diperlukan, urutan    pekerjaan    yang paralel direncanakan untuk mengoptimalkan hasil beberapa set contoh.

2.  Menerima dan menyiapkan contoh pangan 2.1   Data  identitas  contoh  dicatat  sesuai  dengan prosedur operasi standar (SOP).

2.2   Deskripsi     contoh     dicatat,     dibandingkan

dengan   spesifikasi,   dicatat   dan   dilaporkan

perbedaannya.

2.3   Contoh dan standar disiapkan sesuai dengan persyaratan pengujian pangan.

2.4   Ketertelusuran contoh dipastikan mulai dari penerimaan sampai pelaporan  hasil.

3.  Memeriksa peralatan sebelum digunakan 3.1   Peralatan/instrumen        disiapkan        sesuai dengan persyaratan metode pengujian.

3.2   Perlakuan pra-penggunaan dan pemeriksaan

keamanan dilakukan sesuai dengan prosedur operasi dan prosedur perusahaan yang relevan.

3.3   Komponen  dan  peralatan  yang  rusak  atau tidak      aman   diidentifikasi   dan   dilaporkan

kepada personil yang tepat.

3.4   Kalibrasi       peralatan       diperiksa       dengan

menggunakan standar dan prosedur yang ditetapkan, jika ada.

3.5   Peralatan     atau     instrumen     yang     tidak

memenuhi persyaratan kalibrasi dipisahkan.

3.6   Pereaksi  yang  diperlukan  untuk  pengujian dipastikan                                       tersedia        dan        memenuhi

persyaratan mutu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
4.      Melakukan pengujian contoh untuk menentukan komponen dan karateristik pangan 4.1   Peralatan/ instrumen dioperasikan sesuai dengan persyaratan metode pengujian.

4.2   Pengujian/    prosedur    dilakukan    pada    semua

contoh  dan  standar,  jika  dimungkinkan  sesuai

dengan metode yang ditetapkan.

4.3   Peralatan/  instrumen  dimatikan  sesuai  dengan

prosedur operasi.

5. Melakukan pengolahan data 5.1   Data hasil pengujian dan pengamatan yang tidak lazim dicatat.

5.2   Jika diperlukan, grafik kalibrasi dibuat, dan hasil

pengujian contoh dihitung dengan menggunakan

grafik ini.

5.3 Nilai yang dihitung dipastikan sesuai dengan standar acuan dan ekspektasi.

5.4 Ketidakpastian hasil pengukuran diestimasi dan didokumentasikan                                                         sesuai      dengan      prosedur perusahaan, jika diperlukan.

5.5 Hasil direkam dan dilaporkan sesuai dengan prosedur perusahaan.

5.6 Kecenderungan     data     dan     /atau     hasil diinterpretasikan   dan   hasil   yang   keluar   dari spesifikasi atau   hasil yang tidak tepat segera dilaporkan kepada personil yang tepat

5.7   Prosedur   dasar   atau   masalah   peralatan   yang

telah  menyebabkan  data  atau  hasil  yang  tidak lazim, ditentukan.

6.  Menjaga lingkungan kerja yang aman 6.1  Praktek kerja yang aman dilaksanakan dan alat pelindung diri    digunakan    untuk    memastikan keselamatan      diri    dan    personil    laboratorium lainnya.

6.2   Limbah yang dihasilkan dan dampak lingkungan diminimalkan.

6.3   Keamanan    pengumpulan    limbah    laboratorium dan  limbah     berbahaya,     dipastikan,     untuk pembuangan selanjutnya.

6.4   Peralatan   dan   pereaksi   dirawat   dan   disimpan sesuai persyaratan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
7.      Memelihara rekaman laboratorium 7.1   Data  yang  disetujui  dimasukkan  dalam  sistem manajemen informasi laboratorium (LIMS).

7.2   Kerahasiaan dan keamanan informasi perusahaan dan data laboratorium dijaga.

7.3   Daftar catatan peralatan dan kalibrasi  dipelihara sesuai dengan prosedur perusahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan

 

 

KETERAMPILAN DAN PENGETAHUAN YANG DIPERLUKAN

Bagian ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk unit ini.

Keterampilan yang diperlukan
Keterampilan yang diperlukan meliputi:

  Menggunakan instrumen untuk analisis kualitatif dan /atau kuantitatif

  Menginterpretasikan metode dan prosedur pengujian

  Prosedur penyiapan contoh

  Melakukan kalibrasi

  Menggunakan instrumen untuk analisis kualitatif dan /atau kuantitatif

  Menjaga dan mengevaluasi pereaksi

  Troubleshooting dasar peralatan / metode

  Perhitungan untuk mengestimasi ketidakpastian dan hasil pengujian

  Mempersiapkan grafik kalibrasi dan menghitung hasil menggunakan satuan dan presisi yang tepat

  Menerapkan  pengetahuan  teoritis  untuk  menginterpretasikan  data  mentah dan  membuat  kesimpulan  yang  relevan  seperti  mengidentifikasi  hasil  yang tidak lazim yang keluar dari kisaran normal atau artefak

  Menelusuri dan mencari sumber penyebab yang jelas dari sebuah artefak.

  Mencatat dan mengkomunikasikan hasil sesuai dengan prosedur perusahaan

  Menjaga  keamanan,  integritas,  ketertelusuran  contoh,  sub-contoh,  data  uji, hasil dan dokumentasi.

Pengetahuan yang diperlukan
Pengetahuan yang diperlukan meliputi:

  Prinsip  dan konsep yang mendasari pengujian/prosedur

  Tujuan dari pengujian

  Teknik      metrologi      yang      mendasari      pengujian/prosedur      termasuk ketidakpastian

  Prinsip dan konsep yang berkaitan dengan peralatan/instrumen operasi dan pengujian

  Fungsi komponen penting dari peralatan/instrumen

  Efek pada pengujian dari modifikasi  peralatan/variabel instrumen

  Persyaratan ketertelusuran dari perusahaan atau hukum

  Persyaratan kesehatan, keselamatan dan lingkungan yang relevan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Panduan penilaian

 

 

PANDUAN PENILAIAN
Panduan penilaian memberikan petunjuk tentang asesmen dan harus dibaca dalam  hubungannya  dengan  kriteria  unjuk  kerja,  keterampilan  dan pengetahuan yang diperlukan, batasan variabel dan pedoman  asesmen untuk paket pelatihan.
Tinjauan asesmen
Aspek penting untuk penilaian dan bukti yang diperlukan untuk menunjukkan kompetensi pada unit ini Asesor   harus   memastikan   bahwa   kandidat dapat:

 Menginterpretasikan         metode/prosedur pengujian secara akurat;

 Mempersiapkan    dan    menguji    contoh dengan menggunakan     prosedur     yang sesuai dengan sifat dari contoh;

  Melakukan kalibrasi (jika diperlukan);

 Mengoperasikan  secara  aman peralatan uji/instrumen sesuai standar perusahaan dan/atau spesifikasi pabrik;

 Mempersiapkan    grafik    kalibrasi    dan menghitung hasil menggunakan unit dan presisi yang tepat;

 Menerapkan pengetahuan teoritis untuk menginterpretasikan                                                            data    mentah    dan membuat kesimpulan yang relevan

  Mengidentifikasi   hasil   yang   tidak   lazim yang    keluar   dari   kisaran   normal   atau artefak

  Menelusuri dan mencari sumber penyebab yang jelas dari sebuah artefak.

 Mengkomunikasikan     masalah     kepada penyelia atau teknisi servis dari luar

 Merekam dan mengkomunikasikan hasil sesuai dengan prosedur perusahaan

 Menjaga            keamanan,            integritas, ketertelusuran contoh, sub-contoh, data/ hasil pengujian dan dokumentasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN BUKTI
Kontek dan sumber daya yang spesifik untuk asesmen Unit  kompetensi  ini  harus  dinilai  di  tempat  kerja atau lingkungan simulasi tempat kerja.

Unit kompetensi ini dapat dinilai dengan:

  MSL924001A Mengolah dan menginterpretasikan data

Sumber daya dapat mencakup:

  Laboratorium   standar   yang   dilengkapi   dengan peralatan, instrumen, standar dan bahan uji

  Prosedur perusahaan dan metode standar

Metode asesmen Metode asesmen berikut ini disarankan:

  Kaji  ulang  data/hasil  pengujian  yang  diperoleh oleh        kandidat   dari   waktu   ke   waktu   untuk memastikan akurasi, konsistensi dan ketepatan waktu hasil

  Kaji   ulang   rekaman   pengujian   dan   dokumen kerja yang dilengkapi oleh kandidat

 Pengamatan      terhadap      kandidat      dalam menerapkan                                     kisaran   pengujian   dan   prosedur serta penyiapan contoh pangan

  Umpan balik dari rekan sejawat dan penyelia

 Pertanyaan lisan atau tertulis dari prinsip dan konsep teknologi pangan, metode pengujian dan prosedur perusahaan.

Dalam semua kasus, asesmen terhadap praktek harus didukung oleh pertanyaan untuk menilai pengetahuan dasar dan aspek-aspek kompetensi yang sulit untuk dinilai secara langsung.

 

 

Jika memungkinkan, penyesuaian harus dibuat untuk situasi lingkungan kerja dan pelatihan agar mengakomodasi suku, umur, jenis kelamin, demografi dan disabilitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1459

 

 

EVIDENCE GUIDE
Access must be provided to appropriate learning and/or

assessment support when required.

 

The language, literacy and numeracy demands of assessment should not be greater than those required to undertake the unit of competency in a work like environment.

This competency in

practice

Industry representatives have provided the case studies below to

illustrate the practical application of this unit of competency and to show its relevance in a workplace setting.

 

Food processing

A technician was required to conduct an analysis of the level of

sorbic acid in samples of processed cheese. She/he set up and calibrated the distillation unit while the samples were prepared. The controls and samples were distilled and placed in the spectrometer at 260 nm. Readings were carefully recorded for each sample and control flask. The control sample readings at the beginning and end of the testing period were compared for any variance. The technician worked quickly and excluded light from the reactants as they were light sensitive. Analytical data was presented to the supervisor for checking and signing-off for release of the product batch prior to the results being recorded on a daily run chart for viewing by production personnel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1460

 

 

PANDUAN BUKTI
Apabila diperlukan, akses harus tersedia untuk dukungan pembelajaran dan/atau asesmen yang tepat

 

 

Tuntutan bahasa, membaca dan menghitung dari asesmen tidak boleh lebih besar dari yang dibutuhkan untuk melakukan unit kompetensi di dalam lingkungan kerja.

Praktek kompetensi Perwakilan industri telah menyediakan studi kasus bawah  ini  untuk  menggambarkan  aplikasi  prakti dari  unit  kompetensi  ini  dan  untuk  menunjukka relevansinya dalam pengaturan tempat kerja.

Pengolahan pangan

Seorang teknisi diperlukan untuk melakukan analisis kadar asam sorbat dalam contoh keju olahan.   Teknisi   menyiapkan   dan   mengkalibrasi unit destilasi sementara contoh disiapkan. Kontrol dan contoh yang telah didestilasi dan ditempatkan di spektrometer pada 260 nm. Dibaca dan dicatat secara hati-hati untuk setiap contoh dan kontrol. Kontrol dibaca pada awal dan akhir periode pengujian  dibandingkan  untuk  setiap  varian. Teknisi bekerja dengan cepat dan dihindarkan cahaya dari pereaksi karena peka cahaya. Data analisis telah disampaikan kepada penyelia untuk memeriksa  dan  menyetujui  rilis  bets  produk sebelum hasil yang direkam pada daily run chart untuk dilihat oleh personil produksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1461

 

Range Statement

 

RANGE STATEMENT
The range statement relates to the unit of competency as a whole. It allows for different work

environments and situations that may affect performance. Bold italicized wording, if used in the performance criteria, is detailed below. Essential operating conditions that may be present with training and assessment (depending on the work situation, needs of the candidate, accessibility of the item, and local industry and regional contexts) may also be included.

Codes of practice Where reference is made to industry codes of

practice, and/or Australian/international standards, it is expected the latest version will be used.

Standards, codes, procedures

and/or enterprise requirements

Standards, codes, procedures and/or enterprise

requirements may include:

  Australian and international standards, such as:

  AS 1766.0-1995 Food microbiology – General introduction and list of methods

  AS ISO 1000-1998 The international system of units

(SI) and its application

  AS ISO 17025-2005 General requirements for the competence of testing and calibration laboratories

  AS/NZS 2243 Set:2006 Safety in laboratories set

  AS/NZS ISO 9000 Set:2008 Quality management systems set

  ISO/TS 19036 Set:2006 Microbiology of food and animal feeding stuffs – Guidelines for the estimation of measurement uncertainty for quantitative determinations

   Australia New Zealand Food Standards (ANZFS) Code

    Australian code of good manufacturing practice for medicinal products (GMP)

    Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS) Export Control (Orders) Regulations 1982

    Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS) Import Guidelines

   calibration and maintenance schedules

   data quality procedures

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1462

 

Batasan variabel

 

BATASAN VARIABEL
Batasan  variabel  berhubungan  dengan  unit  kompetensi  secara  keseluruhan. Hal ini memungkinkan untuk lingkungan kerja dan situasi yang berbeda yang dapat mempengaruhi unjuk kerja. Tulisan ber cetak tebal dengan huruf miring, jika  digunakan  dalam  kriteria  unjuk  kerja  diuraikan  di  bawah  ini.  Kondisi penting operasi yang mungkin hadir pada pelatihan dan asesmen (tergantung pada situasi kerja, kebutuhan kandidat, aksesibilitas item, dan industri lokal dan kontek regional) juga dapat dimasukkan.
Codes of practice Apabila referensi dibuat untuk Codes of Practice Industri, dan/atau standar nasional/internasional diharapkan menggunakan versi terbaru.
Standar , norma, prosedur

dan/atau persyaratan perusahaan

Standar,  norma,  prosedur  dan/atau  persyaratan perusahaan termasuk :

  Standar nasional dan internasional, seperti:

  ISO   7218:2007   Microbiology   of   food   and animal feeding stuffs General requirements and guidance for microbiological examinations

  ISO  1000-1998  The  international  system  of units (SI) and its application

  SNI ISO/IEC 17025:2008 Persyaratan umum untuk         kompetensi   laboratorium   pengujian dan laboratorium kalibrasi

  WHO Third Edition 2004 Laboratory biosafety manual

  ISO 9000 series

  ISO/TS  19036  Set:2006  Microbiology  of  food and animal feeding stuffs Guidelines for the estimation of measurement uncertainty for quantitative determinations

   Permenperin     No     75/2010     Pedoman     Cara

Produksi Pangan Olahan yang Baik

   Pedoman   Cara   Pembuatan    Obat   yang   Baik

(CPOB) BPOM 2012

   Jadwal kalibrasi dan  pemeliharaan

   Prosedur kualitas data

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1463

 

 

RANGE STATEMENT
  enterprise recording and reporting procedures

  equipment startup, operation and shutdown procedures

  gene technology regulations

  industry standards, such as Royal Australian Chemical Institute (RACI) or American Association of Cereal Chemists (AACI) methods for colour, moisture, total ash, fats and proteins, nitrogen, fibre, micro-organisms and viscosity

  material safety data sheets (MSDS)

  material, production and product specifications

(including maximum residu levels)

  national measurement regulations and guidelines

  principles of good laboratory practice (GLP)

  production and laboratory schedules

  quality manuals, equipment and procedure manuals

  SOPs and in-house methods

  Therapeutic Goods Regulations 1009

Sample preparation processes Sample preparation processes may include:

  grinding

  milling

  preparation of discs

  dissolving

  ashing

  refluxing

  extracting

  filtration

  evaporation

  flocculation

  precipitation and centrifugation

  culturing of selected micro-organisms

  digestion

  degassing

  temperature equilibration

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1464

 

 

BATASAN VARIABEL
    Prosedur       pencatatan       dan       pelaporan perusahaan

    Prosedur menyalakan, mengoperasikan dan mematikan peralatan

  PP  No.  21  Tahun  2005  tentang  keamanan hayati produk rekayasa genetika

  Lembar data keamanan bahan (MSDS)

  Spesifikasi   bahan,   produksi   dan   produk

(termasuk tingkat residu maksimum)

  Peraturan      dan      pedoman      pengukuran nasional

  Prinsip-prinsip   praktek   laboratorium   yang baik (GLP)

  Jadwal produksi dan laboratorium

  Manual     mutu,     manual     peralatan     dan prosedur

  SOP dan metode in-house

Proses penyiapan contoh Proses persiapan contoh mungkin termasuk:

  Grinding

  Milling

  Penyiapan discs

  Pelarutan

  Pengabuan

  Refluks

  Ekstraksi

  Filtrasi

  Penguapan

  Flokulasi

  Presipitasi dan sentrifugasi

  Kultur mikro-organisme yang dipilih

  Digesi

  Degassing

  Kesetimbangan suhu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1465

 

RANGE STATEMENT

 

 

Principles and concepts underpinning the test/procedure

Principles and concepts underpinning the test/procedure may include:

  ions, atoms, molecules, bonding, affinities and related properties

  chemical reactions (acid/base and complexiometric)

  structure and properties of proteins, lipids, carbohydrates, vitamins and minerals

  food additives, flavourings and essences

  nutrient value of major food groups

  interaction of water with food components

  microbiology, including incubation characteristics, selective media, growth stages of bacterial cultures and reference organisms

  microbiology of organisms with public health significance

  chemical and microbial changes in food

  food preservation techniques

  fermentation process

  packaging and controlled atmosphere

  elastic properties of materials and hardness

  cohesive/adhesive forces, fluid flow and viscosity

  changes of state, energy content and enthalpy change

  electromagnetic spectrum and absorption, emission and refraction of light

  quality control program for raw materials, process control and finished product inspection

  genetically modified foods

 

 

Prinsip dan konsep yang mendasari pengujian/prosedur

BATASAN VARIABEL

 

Prinsip       dan       konsep       yang       mendasari pengujian/prosedur dapat termasuk:

  Ion, atom, molekul, ikatan, afinitas dan sifat terkait

 Reaksi         kimia         (asam/basa         dan kompleksometri)

 Struktur    dan    sifat    protein,    lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral

  Bahan tambahan pangan, perisa dan esens

  Nilai nutrisi dari kelompok pangan utama

 Interaksi  antara  air  dengan  komponen makanan

 Mikrobiologi,       termasuk       karakteristik inkubasi,    media          selektif,          tahap pertumbuhan kultur bakteri dan organisme acuan

 Mikrobiologi       dari       organisme       yang berpengaruh            nyata       pada       kesehatan masyarakat

 Perubahan   kimia   dan   mikroba   dalam pangan

  Teknik pengawetan pangan

  Proses fermentasi

  Pengemasan  dan pengendalian atmosfer

  Sifat elastik dan kekerasan bahan

 Daya  kohesif/adesif,  aliran  fluida  dan viskositas

 Perubahan  tingkat,  jumlah  energi  dan perubahan entalpi

  Spektrum elektromagnetik dan penyerapan, emisi dan pembiasan cahaya

 Program pengendalian mutu untuk bahan baku, kontrol proses dan inspeksi produk akhir

  Pangan yang dimodifikasi secara genetik.

 

RANGE STATEMENT

 

Food tests and procedures                     Food tests and procedures may include:

  visual and sensory tests:

  appearance, taste, texture, colour and odour of foods

  melting point, boiling point and freezing point

  sediments and scorched particles

  foreign matter

  damage to packaging and compatibility of packaging

  dispersability

  chemical analysis:

  pH, conductivity and moisture content

  solids, fats, proteins and carbohydrates

  ash analysis and salt analysis

  titratable acids, iodine values and peroxide values

  enzyme activity

  specific ions and active ingredients

  microbiological tests and procedures:

  isolation, detection, classification to genera and some species or micro-organisms

  enumeration and nomenclature of desirable/ non- desirable micro-organisms

  propagation and maintenance of yeast, bacteria and cultures used in food processing

  measurement of spoilage and contamination

  sterility, hygiene and sanitation checks

  optical/spectrometric tests:

  ultraviolet-visible (UV-VIS)spectrophotometry

  refractive index

  optical rotation

  physical/mechanical tests:

     mass, volume, density, specific gravity and particle size

    foreign matter

    rheology, viscosity and gel strength

    ‘wetability’ and ‘whipability’

 

 

Pengujian pangan dan prosedur

BATASAN VARIABEL

 

Pengujian pangan dan prosedur dapat termasuk:

  Pengujian visual dan sensorik:

  Kenampakan, rasa, tekstur, warna dan bau makanan

  Titik leleh, titik didih dan titik beku

  Sedimen dan partikel hangus

  Benda asing

  Kerusakan     karena     kemasan     dan     kompatibilitas kemasan

  daya penyebaran

  analisis kimia:

  pH, konduktivitas dan kadar air

  Padatan, lemak, protein dan karbohidrat

  Analisis abu dan analisis garam

  Bilangan     asam,     bilangan     iodine     dan     bilangan peroksida

  Aktivitas enzim

  Ion spesifik dan bahan aktif

  Pengujian mikrobiologi dan prosedur:

  Isolasi, deteksi, klasifikasi untuk genus dan beberapa spesies atau mikro-organisme

  Pencacahan  dan  nomenklatur  dari  mikro-organisme diinginkan/tidak diinginkan

  Propagasi dan pemeliharaan ragi/khamir, bakteri dan kultur yang digunakan dalam pengolahan pangan

  Pengukuran tingkat kebusukan dan kontaminasi

  Pemeriksaan sterilitas, kebersihan dan sanitasi

  Pengujian optik/spektrometri:

  Spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak (UV-VIS)

  Indeks bias

  Rotasi optik

  Pengujian fisik/mekanis:

  Massa,   volume,   densitas,   berat   jenis   dan   ukuran partikel

  Benda asing

  Reologi, viskositas dan kekuatan gel

 ‘wetability’ dan whipability’

 

 

RANGE STATEMENT
  homogenisation

  browning (sugar content)

  elasticity, hardness, compressibility and strength

  starch quality

  thermal tests:

  calorific values

  stability of products

  effectiveness of heat treatments

Tests   Tests may include methods for:

  control of starting materials, in-process materials and finished products

  health monitoring

  basic troubleshooting of production processes

Hazards   Hazards may include:

  microbiological organisms and agents associated with soil, air, water, plants, animal tissue and fluids

  chemicals, such as acids, heavy metals, pesticides and hydrocarbons

  aerosols from broken centrifuge tubes and pipetting

  sharps and broken glassware

  flammable liquids and gases

  cryogenics, such as dry ice and liquid nitrogen

  fluids under pressure, such as steam and industrial gases

  sources of ignition

  high temperature ashing processes

  disturbance or interruption of services

Hazard control measures   Hazard control measures may include:

  ensuring access to service shut-off points

  recognising and observing hazard warnings and safety signs

  labelling of samples, reagents, aliquoted samples and hazardous materials

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1470

 

 

BATASAN VARIEABEL
  Homogenisasi

  Browning (kandungan gula)

  Elastisitas,      kekerasan,      kompresibilitas      dan kekuatan

  Kualitas pati

  Pengujian termal:

  Nilai kalor

  Stabilitas produk

  Efektivitas perlakuan panas

Pengujian   Pengujian mungkin termasuk metode untuk:

  Kontrol  bahan  baku,  bahan  dalam  proses  dan produk jadi

  Pemantauan kesehatan

  Troubleshooting dasar dari proses produksi

Bahaya Bahaya dapat termasuk:

 Organisme  mikrobiologi  dan  agen  pembawanya terkait dengan tanah, udara, air, tanaman, jaringan dan cairan hewan

  Bahan  kimia,  seperti  asam,  logam  berat,  pestisida dan hidrokarbon

  Aerosol dari tabung sentrifus rusak dan pipetting

  Benda tajam dan pecahan gelas

  Cairan dan gas mudah terbakar

  Kriogenik, seperti es kering dan nitrogen cair

  Cairan   di   bawah   tekanan,   seperti   uap   dan   gas industri

  Sumber api

  Proses pengabuan pada  suhu tinggi

  Gangguan atau interupsi layanan.

Langkah pengendalian bahaya   Langkah pengendalian bahaya dapat termasuk:

  Memastikan akses ke layanan shut-off poin

  Mengenali dan mengamati peringatan bahaya dan tanda keselamatan

  Pelabelan  contoh,  pereaksi,  contoh  alikuat  dan bahan berbahaya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1471

 

 

RANGE STATEMENT
  handling and storage of hazardous materials and equipment in accordance with labelling, MSDS and

manufacturer’s instructions

  identifying and reporting operating problems or equipment malfunctions

  cleaning and decontaminating equipment and work areas regularly using enterprise procedures

  using personal protective clothing and equipment, such as gloves, safety glasses, coveralls, gown, body suits and respirators

  using containment facilities (PCII, PCIII and PCIV

physical containment laboratories), containment equipment (biohazard containers, laminar flow cabinets, Class I, II and III biohazard cabinets) and containment procedures

  following established manual handling procedures

  reporting abnormal emissions, discharges and airborne contaminants, such as noise, light, solids, liquids, water/waste water, gases, smoke, vapour,

fumes, odour and particulates to appropriate personnel

Records   Records may include:

  test and calibration results

  equipment use, maintenance and servicing history

  faulty or unsafe equipment

Occupational health and safety

(OHS) and environmental

management requirements

OHS and environmental management requirements:

  all operations must comply with enterprise OHS and environmental management requirements, which may be imposed through state/territory or federal legislation

– these requirements must not be compromised at any time

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1472

 

 

BATASAN VARIABEL
 Penanganan     dan     penyimpanan     bahan berbahaya dan peralatan sesuai dengan label, lembar data keamanan bahan (MSDS) dan instruksi pabrik

 Mengidentifikasi  dan  melaporkan  masalah operasi atau kerusakan peralatan

 Membersihkan       dan       mendekontaminasi peralatan dan wilayah kerja secara teratur menggunakan prosedur perusahaan

 Menggunakan  pakaian  pelindung  diri  dan peralatan, seperti sarung tangan, kacamata keselamatan, baju kerja, jas laboratorium dan respirator

  Menggunakan fasilitas containment (PCII, PCIII dan PCIV physical containment laboratorium), peralatan              containment     (wadah     Biohazard, laminar flow cabinets, lemari biohazard kelas I, II dan III) dan prosedur containtment

  mengikuti prosedur manual penanganan yang ditetapkan

  Melaporkan emisi gas buang dan kontaminan udara       tidak     normal,     seperti     kebisingan, cahaya, padatan, cairan, air/ air limbah, gas, asap, uap, bau dan partikulat kepada personil yang tepat.

Rekaman Rekaman dapat termasuk:

  Hasil pengujian dan kalibrasi

  Penggunaan      peralatan,      pemeliharaan      dan riwayat perbaikan

  Peralatan yang rusak atau tidak aman

Persyaratan manajemen kesehatan dan keselamatan  kerja (K3) dan lingkungan Persyaratan K3 dan lingkungan:

 Semua kegiatan harus mematuhi persyaratan manajemen   K3   dan   lingkungan   yang   dapat diberlakukan                                 sesuai        dengan        peraturan perundangan                      negara/wilayah,   persyaratan   ini tidak boleh dikompromikan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1473

 

RANGE STATEMENT

 

  all operations assume the potentially hazardous nature of samples and require standard precautions to be applied

  where relevant, users should access and apply current industry understanding of infection control issued by the National Health and Medical Research Council (NHMRC) and State and Territory Departments of Health

 

BATASAN VARIABEL

 

 Semua kegiatan menganggap adanya potensi bahaya alami   dari   contoh   dan   memerlukan standar pencegahan yang akan diterapkan

  Bila relevan, pengguna sebaiknya mengakses dan menerapkan pemahaman industri yang mutakhir dalam             pengendalian   infeksi   yang   dikeluarkan oleh                National    Health    and    Medical    Research Council NHMRC dan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan.

 

Unit Sector(s)

 

Unit Sector                                                  Testing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Competency field

 

Competency field

 

 

 

 

 

 

 

 

Co-requisite units

 

 

Co-requisite units

 

Sektor unit

 

 

Sektor unit                                       Pengujian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bidang kompetensi

 

 

Bidang kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

Unit terkait

 

 

Unit terkait